new icn messageflickr-free-ic3d pan white
View allAll Photos Tagged Mutu+pendidikan

Enam Belas Jam Selesaikan Satu Keranjang, Siap Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

e-wonosobo - Bambu merupakan benda multiguna, oleh sebagian besar masyarakat Desa Rimpak, Kecamatan Sapuran, Wonosobo dianyam menjadi keranjang. Namun selama ini hasilnya masih konvensional. Adalah Ahmad Asrori siswa SD 1 Rimpak menyulap bambu menjadi keranjang cantik. Berkat karyannya ini mengantarkan dia mewakili Jateng dalam Lomba Seni Kriya Anyam Nasional.

Masyarakat di Desa Rimpak, Kecamatan Sapuran, Wonosobo selama ini dikenal menjadi desa penghasil anyaman bambu. Hasil produksinya meliputi keranjang, ceteng alat penyimpan nasi, tenong serta beragam perabot rumah tangga lain. Para penganyam paling banyak dilakoni oleh para ibu rumah tangga. Sembari memasak, biasanya pada menggunakan wktu untuk menganyam.

Hasil anyaman bambu warga desa diujung timur wilayah Kecamatan Sapuran ini, selama ini masih terlihat biasa. Belahan bambu serta seratnya meski sudah dibuat keranjang atau ceteng masih tampak biasa. Namun, ditangan Asrori siswa SD I Rimpak mampu menyulap bambu menjadi keranjang cantik. Ditangan bocah kreatif ini, keranjang dibuat warna warni dengan komposisi warna berseni. Sehingga, meski keranjang berfungsi sebagai tempat sampah, tampak lebih indah menghiasi ruang tamu atau kantor.

Keranjang hasil kreasi Asrori, siswa SD 1 Rimpak kelahiran 1999 tersebut memang tak lagi tampak selayak keranjang sampah semata. Sekilas, keranjang dengan warna-warna cerah tersebut bahkan tampak sebagai karya seorang seniman anyam profesional. Untuk mengerjakan seni kriya ini, Asrori saat ditemui di Perpustakaan sekolahnya mengaku membutuhkan waktu sekitar 13 jam.

“Saya menganyam sehari delapan jam dapat satu keranjang,”Aku siswa kelas 5 SD 1 Rimpak ini.

Di ruang perpustakaan sekolah yang sengaja difungsikan sebagai sanggar latihan anyam tersebut, Asrori terus mengasah kecepatan dan keterampilan merangkai bahan-bahan anyaman. Menurut Kepala Sekolah SD 1 Rimpak, Slamet, berkat karyanya, Asrori mampu memenangkan dalam lomba seni kriya anyam tinkat kecamatan, Kabupaten hingga memenangkan di tingkat Provinsi Jawa Tengah sehingga melaju ke tingkat nasional pada 17-23 Juni mendatang pada Lomba Seni Kriya Anyam Nusa Tenggara Barat (NTB).

“ Meski sudah terampil, masih kita bekali terus dengan pembinaan agar hasil karya lebih bagus dengan kecepatan lebih tinggi,”katanya.

Hal tersebut, kata Slamet, tidak lepas dari cukup ketatnya persaingan lomba serupa di tingkat Jawa Tengah, pada 23 hingga 26 Mei lalu. Slamet dan Zaeni pembimbing seni Kriya yang turut mendampingi Asrori sempat dibuat tegang saat pengumuman juara, mengingat dua peserta dari Rembang (Juara 3) dan Tegal (Juara 2) juga menampilkan karya yang cukup mengesankan.

Merujuk pengalaman itulah, Slamet tak ingin kecolongan lagi, karena menurut beberapa pihak, siswa-siswa SD dari Sumatera dan Kalimantan memiliki kekhasan dalam karya-karya mereka. Demi tercapainya target Juara Nasional, Slamet meminta Asrori benar-benar total berlatih, sekaligus menyelesaikan model terbaru keranjang cantik multiguna yang akan dipamerkan pada lomba di NTB.

“ Karyanya diberi nama Keranjang Cantik Multiguna, karya terbaru dimodifikasi sehingga memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dibanding pada lomba tingkat Provinsi,”katanya.

Hal ini memang sengaja dilakukan, agar salah satu indikator penilaian, yaitu originalitas karya tetap terjaga, tidak hanya menampilkan karya yang sudah pernah dilombakan. Untuk desain tersebut, Slamet mengungkapkan bahwa itu murni ide dari Asrori, termasuk penambahan beberapa asesoris pada sikilan (kaki keranjang), awak (bagian tengah), dan gulon (bagian atas) dari keranjang.

“ Semua ide dari Asrori , kami hanya membimbing dan memotivasi supaya semaangat untuk memenangkan lomba,”katanya.

Dari beberapa keranjang yang telah jadi dan dilombakan pada ajang provinsi, Keranjang Canttik karya Asrori yang dipajang di Perpustakaan memang sangat artistik, karena selain bentuknya yang presisi, pilihan warna juga sangat serasi, baik di bagian kaki, badan, maupun penutupnya. Kelebihan lain keranjang tersebut menurut Zaeni adalah pemilihan bahan dasar, yaitu dari bambu apus rimpak yang cukup langka, karena setiap rosnya minimal berukuran 80 cm.

“Hal itu demi menghindari terlalu banyak sambungan pada saat menganyam,”katanya.

Sementara Asrori sembari asyik mengancam menuturkan, menghadapai lomba level nasional tidak ada persiapan secara khusus. Hanya saja putra ketiga empat itu selalu berusaha menjaga kondisi kesehatan dan istirahat cukup. Bocah hobi main Voly dan Sepakbola tersebut juga mengaku sementara tidak bersentuhan dengan bola.

“ Saya Cuma mengurangi kegiatan bermain dan konsentrasi untuk mengancam dengan cepat hasilnya bagus,”jelas putra pasangan Sutrisman-Rasmini.

Asrori menyanyam bambu yang dimiliki didapatkan dari orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat keranjang di rumah. Karena saban hari melihat, Asrori kerap terlibat membantu menganyam, lambat laun keterampilan kreasi bambau dikuasai. Hingga muncullah ide untuk memodivikasi anyaman keranjang agar lebih cantik dan mampu dijual dengan harga tinggi dia bubuhkan cat pada bambu sebelum dianyam.

“Saya punya keinginan dengan keranjang cantik ini mampu mengangkat ekonomi desa kami. selain itu mengangkat Wonosobo di tingkat Nasional,”katanya.s

Asrori mengaku senang bisa ikut lomba di tingkat nasional, apalagi saat mengetahui keberangkatannya kelak menggunakan pesawat terbang. Slamet Kepala Sekolah mengatakan, memang sampai saat ini pihak sekolah masih mengupayakan permohonan bantuan dana untuk akomodasi selama masa pemusatan latihan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Semarang hingga lomba di NTB .

“Pemusatan latihan di Semarang sudah harus diikuti Asrori mulai 14-16 Juni mendatang,”katanya.

Sehari kemudian, kata Zaenal, bersama para peserta lomba kategori lainnya, Asrori akan berangkat ke NTB. Untuk keperluan tersebut Asrori direncanakan didampingi Kepala Sekolah dan satu guru seni kriya. Dijelaskan Slamet, dana bantuan dari pihak Provinsi hanya untuk peserta dan satu guru pendamping, padahal pihaknya akan membawa dua pendamping Asrori, untuk meringankan beban karena banyaknya materi dan bahan-bahan yang harus dibawa ke arena lomba.

“Paling tidak, pihaknya berharap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo bersedia meringankan beban sekolah dalam mendukung Asrori,”katanya.(rase)

 

(BM & English versions)

  

Photo caption:

Pengurus Negara Tune Hotels untuk Malaysia Kishore Suppiah menyampaikan tajaan penginapan kepada En. Rosnan Nordin, Pengarah Bahagian Pengembangan Seni JKKN.

 

Tune Hotels Country Manager for Malaysia Kishore Suppiah (left) presenting Tune Hotels’ stay sponsorship to En Rosnan Nordin, JKKN Director of Arts Development Division.

 

SIARAN MEDIA

 

PENGINAPAN TUNE HOTELS UNTUK PEMENANG PALMA 2013

Pertandingan Akhir Lagu Melayu Antarabangsa terus terima sambutan memberangsangkan pelajar asing di Malaysia

  

KUALA LUMPUR, 28 November 2013 – Kumpulan hotel antarabangsa Tune Hotels akan menaja hadiah penginapan di Tune Hotel terpilih di Malaysia untuk para pemenang dan semua peserta Pertandingan Akhir Lagu Melayu Antarabangsa 2013 (PALMA) yang dianjurkan oleh Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN), dan Jabatan Penyiaran Malaysia dengan kerjasama Kementerian Pendidikan Malaysia.

 

Acara pertandingan akhir akan disiarkan secara langsung di saluran RTM 2 dari Auditorium Perdana, Angkasapuri pada Sabtu ini 30 November jam 9.00 malam.

 

Pengurus Negara Tune Hotels untuk Malaysia, Kishore Suppiah berkata: “Kami di Tune Hotels amat berbangga bekerjasama dengan PALMA 2013 sebagai sebahagian daripada usaha kami untuk membantu usaha mengembangkan bakat dalam seni dan kebudayaan. Kami amat kagum dengan penyertaan peserta hampir dari seluruh Asia malah termasuk Afrika dan Eropah. Bakat serta mutu persembahan yang ditampilkan juga sungguh hebat. Pertandingan ini Berjaya mencungkil bakat-bakat terpendam dan dalam pada masa yang sama mempromosikan bahasa kebangsaan kita melalui kesenian.”

 

Kishore baru-baru ini menyampaikan tajaan penginapan Tune Hotels kepada En. Rosnan Nordin, Pengarah Bahagian Pengembangan Seni, JKKN.

 

PALMA tebuka kepada semua warganegara asing yang menetap di Malaysia kecuali negara yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Ibunda iaitu Brunei, Indonesia, Singapura dan Selatan Thailand. Selain pelajar, PALMA juga berjaya menarik perhatian dari kakitangan kedutaan dan suruhanjaya tinggi asing serta mereka yang berkhidmat di sektor swasta.

 

Seramai 126 warga asing dari 32 negara yang menetap di Malaysia mencuba nasib dalam PALMA tahun ini melalui siri ujibakat yang diadakan dari Julai hingga 26 Oktober lepas. Hasilnya 22 peserta terpilih ke peringkat separuh akhir dan dari jumlah itu, 11 akan melangkah ke pertandingan akhir untuk merebut gelaran Juara PALMA 2013 pada Sabtu ini.

 

Para peserta pertandingan akhir ini berasal dari Pakistan, China, Sri Lanka, Bhutan, Iran, Kazakhstan, Kenya, Uganda, Jepun, Bangladesh dan Belgium.

 

Tune Hotel di Malaysia terletak di Kuala Lumpur, KLIA-LCCT, Kota Damansara, Ipoh, Pulau Pinang, Kulim, Johor Bahru, Kota Bharu, Kuching, Bintulu dan Kota Kinabalu

 

Tune Hotels adalah sebahagian daripada Tune Group, konglomerat pernaigaan gaya hidup yang diasaskan bersama oleh Tan Sri Tony Fernandes dan Dato’ Kamarudin Meranun yang masing-masing merupakan CEO Kumpulan dan Pengerusi Eksekutif AirAsia, syarikat penerbangan tambang rendah terbesar Asia.

 

Untuk maklumat dan promosi terkini, tamu boleh terus berhubung dangan Tune Hotels melalui Facebook di www.facebook.com/tunehotels dan Twitter di www.twitter.com/tunehotels.

 

Untuk tempahan dan maklumat lanjut, lawati www.tunehotels.com.

  

-SELESAI -

  

Mengenai Tune Hotels

Tune Hotels adalah sebahagian daripada Tune Group, konglomerat perniagaan gaya hidup yang diasaskan bersama oleh Tan Sri Tony Fernandes dan Dato’ Kamarudin Meranun. Tune Hotels memperkenalkan inovasi yang mengubah cara perkhidmatan penginapan disediakan melalui penggunaan teknologi Internet yang berkecekapan tinggi untuk kekal berhubung dengan para tamunya. Semua Tune Hotel menggunakan konsep kecekapan ruang dengan menawarkan kemudahan yang berkualiti tinggi – tilam bertaraf lima bintang, pancuran mandi air panas yang menyegarkan dan kipas jimat-tenaga serta perkhidmatan mengemas, kad kunci elektronik, pengawasan CCTV dan kawalan keselamatan 24-jam. Syarikat-syarikat Tune Group terdiri daripada Tune Air (pemegang saham utama AirAsia), Tune Hotels, Tune Insurance, Tune Talk, Program Kesetiaan AirAsia BIG, Tune Box, Tune Studios, Caterham Group, Kelab Bolasepak Queens Park Rangers (QPR) dan Kolej Epsom di Malaysia.

  

Pertanyaan media:

Cymantha Sothiar

Mobile: +6012 315 3638

Email: cymantha@tunehotels.com

 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

NEWS RELEASE

 

HOLIDAY STAYS AT TUNE HOTELS FOR WINNERS OF PALMA 2013

Third edition of Malay language song competition continues to receive overwhelming response from foreign students in Malaysia

  

KUALA LUMPUR, 28 November 2013 – Tune Hotels, the international value hotel brand will be sponsoring prizes in the form of hotel stays at its selected hotels in Malaysia for winners of the Final Round of the International Malay Language Song Competition 2013 (PALMA) organised by the National Department for Culture and the Arts (JKKN) in collaboration with the Information Department and Ministry of Education Malaysia.

 

The finals will be aired ‘live’ on RTM TV2 from Auditorium Perdana, Angkasapuri this Saturday 30 November at 9 pm.

 

Tune Hotels Country Manager for Malaysia Kishore Suppiah said: “At Tune Hotels, we are very pleased to be associated with PALMA 2013 as part of our effort in helping nurture talent and promoting local culture. We are very impressed with the participation of students from all parts of Asia as well as Africa and Europe in PALMA 2013 and to see their talent and quality of performance. This is such a great event to unearth hidden gems and at the same time promote our national language through the arts.”

 

Kishore recently presented Tune Hotels’ sponsorship to En. Rosnan Nordin, Director of Arts Development Division of JKKN.

 

PALMA is open to all foreigners residing in Malaysia, except for those who are from Malay-speaking regions like Brunei, Indonesia, Singapore and Southern Thailand. Apart from students, PALMA has also drawn positive attention from members of the foreign diplomatic corps and expatriates.

 

A total of 126 participants from 32 countries participated in a series of audition held between July and 26 October, which produced 22 semi-finalists. For the finals on Saturday, 11 contestants will be battling it out to be the champion of PALMA 2013.

 

The finalist contestants are from Pakistan, China, Sri Lanka, Bhutan, Iran, Kazakhstan, Kenya, Uganda, Japan, Bangladesh and Belgium.

 

Tune Hotels in Malaysia are located in Kuala Lumpur, KLIA-LCCT, Kota Damansara, Ipoh, Penang, Kulim, Johor Bahru, Kota Bharu, Kuching, Bintulu and Kota Kinabalu.

 

Tune Hotels is part of Tune Group, a lifestyle business conglomerate co-founded by Tan Sri Tony Fernandes and Dato’ Kamarudin Meranun, who are the Group CEO and Executive Chairman respectively of Asia’s largest low cost carrier AirAsia.

 

For real-time updates and promotion alerts, guests can stay connected with Tune Hotels via Facebook at www.facebook.com/tunehotels and on Twitter via www.twitter.com/tunehotels.

 

For booking and further information, visit www.tunehotels.com.

 

-ENDS-

  

About Tune Hotels

Tune Hotels is part of the lifestyle business conglomerate Tune Group that was founded by Tan Sri Tony Fernandes and Dato’ Kamarudin Meranun. Tune Hotels seeks to innovate and revolutionise the way services are made available and has employed efficient web-based technologies to reach and engage its customers, presenting a unique lifestyle opportunity. All Tune Hotels’ properties feature space-efficient, streamlined rooms focusing on high-quality basics: a five-star bed, powerful hot showers and energy-conserving ceiling fans along with housekeeping services, electronic keycard access into rooms, CCTV surveillance, and 24-hour security. The Tune Group companies are Tune Air (a substantial shareholder of AirAsia), Tune Hotels, Tune Money, Tune Insurance, Tune Talk, the AirAsia BIG Loyalty Programme, Tune Box, Tune Studios, Caterham Group, Queens Park Rangers Football Club (QPR) and the Epsom College in Malaysia.

  

Media enquiries:

Cymantha Sothiar

Mobile: +6012 315 3638

Email: cymantha@tunehotels.com

Photo caption:

Peserta akhir PALMA 2013 yang akan berlangsung Sabtu 30 Nov 2013, 9 malam di Auditorium Perdana, Angkasapuri. Siaran langsung boleh diikuti melalui RTM2.

 

Finalist contestants for PALMA 2013 to be held this Saturday 30 Nov 2013, 9 pm at Auditorium Perdana, Angkasapuri. The programme will be telecast live on RTM2.

  

(BM & English versions)

 

SIARAN MEDIA

 

PENGINAPAN TUNE HOTELS UNTUK PEMENANG PALMA 2013

Pertandingan Akhir Lagu Melayu Antarabangsa terus terima sambutan memberangsangkan pelajar asing di Malaysia

  

KUALA LUMPUR, 28 November 2013 – Kumpulan hotel antarabangsa Tune Hotels akan menaja hadiah penginapan di Tune Hotel terpilih di Malaysia untuk para pemenang dan semua peserta Pertandingan Akhir Lagu Melayu Antarabangsa 2013 (PALMA) yang dianjurkan oleh Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN), dan Jabatan Penyiaran Malaysia dengan kerjasama Kementerian Pendidikan Malaysia.

 

Acara pertandingan akhir akan disiarkan secara langsung di saluran RTM 2 dari Auditorium Perdana, Angkasapuri pada Sabtu ini 30 November jam 9.00 malam.

 

Pengurus Negara Tune Hotels untuk Malaysia, Kishore Suppiah berkata: “Kami di Tune Hotels amat berbangga bekerjasama dengan PALMA 2013 sebagai sebahagian daripada usaha kami untuk membantu usaha mengembangkan bakat dalam seni dan kebudayaan. Kami amat kagum dengan penyertaan peserta hampir dari seluruh Asia malah termasuk Afrika dan Eropah. Bakat serta mutu persembahan yang ditampilkan juga sungguh hebat. Pertandingan ini Berjaya mencungkil bakat-bakat terpendam dan dalam pada masa yang sama mempromosikan bahasa kebangsaan kita melalui kesenian.”

 

Kishore baru-baru ini menyampaikan tajaan penginapan Tune Hotels kepada En. Rosnan Nordin, Pengarah Bahagian Pengembangan Seni, JKKN.

 

PALMA tebuka kepada semua warganegara asing yang menetap di Malaysia kecuali negara yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Ibunda iaitu Brunei, Indonesia, Singapura dan Selatan Thailand. Selain pelajar, PALMA juga berjaya menarik perhatian dari kakitangan kedutaan dan suruhanjaya tinggi asing serta mereka yang berkhidmat di sektor swasta.

 

Seramai 126 warga asing dari 32 negara yang menetap di Malaysia mencuba nasib dalam PALMA tahun ini melalui siri ujibakat yang diadakan dari Julai hingga 26 Oktober lepas. Hasilnya 22 peserta terpilih ke peringkat separuh akhir dan dari jumlah itu, 11 akan melangkah ke pertandingan akhir untuk merebut gelaran Juara PALMA 2013 pada Sabtu ini.

 

Para peserta pertandingan akhir ini berasal dari Pakistan, China, Sri Lanka, Bhutan, Iran, Kazakhstan, Kenya, Uganda, Jepun, Bangladesh dan Belgium.

 

Tune Hotel di Malaysia terletak di Kuala Lumpur, KLIA-LCCT, Kota Damansara, Ipoh, Pulau Pinang, Kulim, Johor Bahru, Kota Bharu, Kuching, Bintulu dan Kota Kinabalu

 

Tune Hotels adalah sebahagian daripada Tune Group, konglomerat pernaigaan gaya hidup yang diasaskan bersama oleh Tan Sri Tony Fernandes dan Dato’ Kamarudin Meranun yang masing-masing merupakan CEO Kumpulan dan Pengerusi Eksekutif AirAsia, syarikat penerbangan tambang rendah terbesar Asia.

 

Untuk maklumat dan promosi terkini, tamu boleh terus berhubung dangan Tune Hotels melalui Facebook di www.facebook.com/tunehotels dan Twitter di www.twitter.com/tunehotels.

 

Untuk tempahan dan maklumat lanjut, lawati www.tunehotels.com.

  

-SELESAI -

  

Mengenai Tune Hotels

Tune Hotels adalah sebahagian daripada Tune Group, konglomerat perniagaan gaya hidup yang diasaskan bersama oleh Tan Sri Tony Fernandes dan Dato’ Kamarudin Meranun. Tune Hotels memperkenalkan inovasi yang mengubah cara perkhidmatan penginapan disediakan melalui penggunaan teknologi Internet yang berkecekapan tinggi untuk kekal berhubung dengan para tamunya. Semua Tune Hotel menggunakan konsep kecekapan ruang dengan menawarkan kemudahan yang berkualiti tinggi – tilam bertaraf lima bintang, pancuran mandi air panas yang menyegarkan dan kipas jimat-tenaga serta perkhidmatan mengemas, kad kunci elektronik, pengawasan CCTV dan kawalan keselamatan 24-jam. Syarikat-syarikat Tune Group terdiri daripada Tune Air (pemegang saham utama AirAsia), Tune Hotels, Tune Insurance, Tune Talk, Program Kesetiaan AirAsia BIG, Tune Box, Tune Studios, Caterham Group, Kelab Bolasepak Queens Park Rangers (QPR) dan Kolej Epsom di Malaysia.

  

Keterangan foto:

 

Photo 1a – Pengurus Negara Tune Hotels untuk Malaysia Kishore Suppiah menyampaikan tajaan penginapan kepada En. Rosnan Nordin, Pengarah Bahagian Pengembangan Seni. JKKN.

 

Photo 2a – Dari kiri: Pengurus Tune Hotel Downtown Kuala Lumpur Shireen Jasin; Pengurus Negara Tune Hotels untuk Malaysia Kishore Suppiah; Pengarah Bahagian Pembangunan Kebudayaan JKKN En. Rosnan Nordin; Penolong Pengarah JKKN Cik Doria Victoria Jainur; dan En. Fairuz Selamat, Penolong Pengarah JKKN.

  

Lebih foto boleh didapati melalui www.flickr.com/tunehotels.

  

Pertanyaan media:

Cymantha Sothiar

Mobile: +6012 315 3638

Email: cymantha@tunehotels.com

 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

NEWS RELEASE

 

HOLIDAY STAYS AT TUNE HOTELS FOR WINNERS OF PALMA 2013

Third edition of Malay language song competition continues to receive overwhelming response from foreign students in Malaysia

  

KUALA LUMPUR, 28 November 2013 – Tune Hotels, the international value hotel brand will be sponsoring prizes in the form of hotel stays at its selected hotels in Malaysia for winners of the Final Round of the International Malay Language Song Competition 2013 (PALMA) organised by the National Department for Culture and the Arts (JKKN) in collaboration with the Information Department and Ministry of Education Malaysia.

 

The finals will be aired ‘live’ on RTM TV2 from Auditorium Perdana, Angkasapuri this Saturday 30 November at 9 pm.

 

Tune Hotels Country Manager for Malaysia Kishore Suppiah said: “At Tune Hotels, we are very pleased to be associated with PALMA 2013 as part of our effort in helping nurture talent and promoting local culture. We are very impressed with the participation of students from all parts of Asia as well as Africa and Europe in PALMA 2013 and to see their talent and quality of performance. This is such a great event to unearth hidden gems and at the same time promote our national language through the arts.”

 

Kishore recently presented Tune Hotels’ sponsorship to En. Rosnan Nordin, Director of Arts Development Division of JKKN.

 

PALMA is open to all foreigners residing in Malaysia, except for those who are from Malay-speaking regions like Brunei, Indonesia, Singapore and Southern Thailand. Apart from students, PALMA has also drawn positive attention from members of the foreign diplomatic corps and expatriates.

 

A total of 126 participants from 32 countries participated in a series of audition held between July and 26 October, which produced 22 semi-finalists. For the finals on Saturday, 11 contestants will be battling it out to be the champion of PALMA 2013.

 

The finalist contestants are from Pakistan, China, Sri Lanka, Bhutan, Iran, Kazakhstan, Kenya, Uganda, Japan, Bangladesh and Belgium.

 

Tune Hotels in Malaysia are located in Kuala Lumpur, KLIA-LCCT, Kota Damansara, Ipoh, Penang, Kulim, Johor Bahru, Kota Bharu, Kuching, Bintulu and Kota Kinabalu.

 

Tune Hotels is part of Tune Group, a lifestyle business conglomerate co-founded by Tan Sri Tony Fernandes and Dato’ Kamarudin Meranun, who are the Group CEO and Executive Chairman respectively of Asia’s largest low cost carrier AirAsia.

 

For real-time updates and promotion alerts, guests can stay connected with Tune Hotels via Facebook at www.facebook.com/tunehotels and on Twitter via www.twitter.com/tunehotels.

 

For booking and further information, visit www.tunehotels.com.

 

-ENDS-

  

About Tune Hotels

Tune Hotels is part of the lifestyle business conglomerate Tune Group that was founded by Tan Sri Tony Fernandes and Dato’ Kamarudin Meranun. Tune Hotels seeks to innovate and revolutionise the way services are made available and has employed efficient web-based technologies to reach and engage its customers, presenting a unique lifestyle opportunity. All Tune Hotels’ properties feature space-efficient, streamlined rooms focusing on high-quality basics: a five-star bed, powerful hot showers and energy-conserving ceiling fans along with housekeeping services, electronic keycard access into rooms, CCTV surveillance, and 24-hour security. The Tune Group companies are Tune Air (a substantial shareholder of AirAsia), Tune Hotels, Tune Money, Tune Insurance, Tune Talk, the AirAsia BIG Loyalty Programme, Tune Box, Tune Studios, Caterham Group, Queens Park Rangers Football Club (QPR) and the Epsom College in Malaysia.

  

Photo captions:

 

Photo 1a – Tune Hotels Country Manager for Malaysia Kishore Suppiah (left) presenting Tune Hotels’ stay sponsorship to En Rosnan Nordin,Director of Culture Development Division of JKKN.

 

Photo 2a – From left: Manager of Tune Hotel Downtown Kuala Lumpur Shireen Jasin; Tune Hotels Country Manager for Malaysia Kishore Suppiah; En Rosnan Nordin, JKKN Director of Arts Development Division; and JKKN Assistant Directors Ms Doria Victoria Jainur and En Mohd Fairuz Selamat.

  

More photos are available from www.flickr.com/tunehotels.

  

Media enquiries:

Cymantha Sothiar

Mobile: +6012 315 3638

Email: cymantha@tunehotels.com

 

via VIXX Siap Comeback dengan Single Remake Februari Jakarta Setelah sukses menggelar JackCloth, Lian Mipro kembali akan mempersembahkan sebuah acara bagi anak muda bertajuk `Summarecon Urban Bazaar 2015` pada 31 Januari hingga 15 Februari 2015 mendatang. "Biasanya geliat industri clothing agak ...

 

hot.detik.com: VIXX Siap Comeback dengan Single Remake Februari27 Januari 2015 06:06 Seperti diberitakan oleh OSEN pada Selasa (27 Januari, 2015), VIXX rencananya akan merilis album single mereka pada Februari mendatang. Lagu yang akan dinyanyikan Hongbin Cs nanti merupakan sebuah hits klasik yang sudah dikenal banyak orang. Baca Juga ...

 

tribunnews.com: Awal Februari BW Diperiksa Bareskrim27 Januari 2015 06:00 Atau paling tidak awal Februari baru kami panggil," ujar Rikwanto. Rikwanto menambahkan saat ini penyidik masih melakukan pemberkasan terhadap kasus tersebut, agar cepat rampung dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

 

riauterkini.com: 18-22 Februari 2015, Pekanbaru Tuan Rumah Rapimnas KAMMI27 Januari 2015 02:52 Agenda rutin tahunan tersebut dihadiri 33 perwakilan pengurus wilayah dan ratusan perwakilan ... Sementara kegiatan intinya, termasuk seminar digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau di Kecamatan Sail Pekanbaru.

 

tekno.kompas.com: Awal Februari, "The Pirate Bay" Aktif Kembali27 Januari 2015 02:16 Dilansir KompasTekno (27 Januari, 2015) dari BGR, tim TPB sedang berbenah untuk kembali merilis situsnya pada 1 Februari mendatang. Sebenarnya, tampilan situs TPB tampak sudah berfungsi, namun pengguna belum dapat mengakses data-data yang telah mereka unduh ...

 

showbiz.liputan6.com: Nonton Dragonforce Manggung Gratis, Mau?27 Januari 2015 00:00 Jakarta Setelah sukses menggelar JackCloth, Lian Mipro kembali akan mempersembahkan sebuah acara bagi anak muda bertajuk `Summarecon Urban Bazaar 2015` pada 31 Januari hingga 15 Februari 2015 mendatang. "Biasanya geliat industri clothing agak ...

 

Lanjutkan baca: 42 artikel VIXX Siap Comeback dengan Single Remake Februari

j.mp/1y4yxkz

Irwandi Yusuf (born 2 August 1960 in Bireuën, Aceh, Indonesia)is currently the Governor of Aceh. Governor Yusuf was formally installed as Aceh’s first democratically elected Governor on 8 February 2007. In addition to being designated as the Senior Representative to the Aceh Monitoring Mission (AMM) from 2005 (immediately after the signing of the Helsinki Peace Accord 15 August 2005) until AMM’s departure December 2006, Governor Yusuf played a key role in the Helsinki peace talks between the Government of Indonesia and Free Aceh Movement (GAM). From 1999 through 2001, Governor Yusuf worked for Fauna and Flora International (FFI) and was instrumental in initiating actions that established FFI’s presence in Aceh. He was also a Field Officer for the International Committee of the Red Cross based in Aceh from 2000 to 2001. Governor Yusuf served two years (2003 – 2004) in Banda Aceh’s prison as a POW, his sentenced shortened as a result of the devastating earthquake and tsunami of December 2004. From 1998 until his arrest in 2003, Governor Yusuf held various positions within GAM, including coordinator for GAM negotiators in Aceh both pre- and during cessation of hostilities (CoHA) in 2000; and served as GAM”s military adviser. Since 1989 Governor Yusuf has been a lecturer at Banda Aceh’s University of Syiah Kuala’s College of Veterinary Medicine. He remains a faculty member with reduced teaching responsibilities. Governor Yusuf holds a Master’s degree in Veterinary Medicine from Oregon State University in Corvallis, Oregon (1990-1993) and a Doctor of Veterinary Medicine from Syiah Kuala University, Banda Aceh (1979-1987). In addition, Governor Yusuf in 1988 attended veterinary surgery training at Gajah Mada University, Yogyakarta, Indonesia. Governor Yusuf’s priorities include stimulating outside investment, employment generation; environmental concerns and tackling the pressing issues of GAM reintegration. He currently serves as Vice Chair of the reconstruction and Rehabilitation Agency (BRR) for Aceh-Nias and has overall responsibility of the newly re-structured Aceh Reintegration Peace Agency (BRA) securing and sustaining the peace process. Governor Yusuf is married to Darwati A. Gani; they have five children, one boy and four girls. Irwandi Yusuf Governor of Aceh In an historic general gubernatorial election on 11 December 2006, the people of Aceh voted for change and brought to power a former separatist leader, Irwandi Yusuf, as the new Governor of Aceh.

 

TUJUH PRIORITAS GUBERNUR ACEH

 

[ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ]

 

Pertama, pemberdayaan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan penanggulangan kemiskinan.

 

Kedua, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pendukung investasi dan sumber daya energi.

 

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar.

 

Keempat, peningkatan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan. Kelima, pembangunan sosial, penerapan syariat dan nilai-nilai Islam. Keenam, penciptaan pemerintahan yang baik dan bersih, serta penyehatan birokrasi pemerintahan.

 

Ketujuh, penanganan dan pengurangan risiko bencana. (her)

 

05/06/2008 10:39 WIB

 

Aceh Harus Punya Kurikulum Pendidikan Sendiri

 

[ rubrik: Kutaraja | topik: Pendidikan ]

 

BANDA ACEH - Pemerintah pusat semestinya memberikan porsi lebih besar bagi daerah untuk membuat sendiri kurikulum pendidikannya. sebagai daerah istimewa dengan otonomi khusus, sepantasnya Aceh mendapat keistimewaan mendesain kurikulum sendiri.

 

Demikian dikatakan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof Dr Nanang Fattah MPd, pasca Seminar Nasional Peningkatan Mutu dan Daya Saing SDM Aceh Melalui Profesionalitas Guru, Rabu (4/6), di Aula SMA Labschool Unsyiah, Darussalam.

 

“Kurikulum kita harus diberikan kewenangan lebih besar kepada daerah, kebijakan lokal. Aceh sebagai daerah istimewa seharusnya punya porsi yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum,” paparnya.

 

Ia meminta para pakar pendidikan mengajukan konsep mengenai kurikulum pendidikan di Aceh itu kepada DPRA agar bisa dijadikan peraturan daerah khusus tentang pendidikan.

 

Nanang juga mengkritisi tentang keberlangsungan Ujian Nasional selama ini. Menurut Nanang, kewenangan pemerintah hanyalah melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan saja, bukan memberikan pengujian.

 

“Sebab yang tahu proses pendidikan anak di sekolah adalah guru, jadi hanya guru yang berhak memberikan ujian. Kalau sekarang yang dilakukan namanya ujian tidak konsisten dengan kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),” ujarnya.

 

Sebelumnya, Rektor Unsyiah, Prof Dr Darni M Daud dalam sambutannya mengimbau agar guru harus memiliki komitmen menjaga profesi agar pekerjaan tersebut lebih bernilai.

 

Sebaliknya, kata Darni, jika tak dijaga, maka profesi itu akan makin tak benilai. “Karenanya, sangat kita sayangkan jika ada guru yang tak menjaga profesi. Seperti hasil suatu penelitian, tercatat 13 ribu guru di Indonesia menggunakan bukti palsu demi kepentingan sertifikasi guru,” ungkapnya dalam seminar itu.

 

Sejak dulu, sebut Darni, seorang guru sangat terhormat di kalangan masyarakat. Namun, secara perlahan sesuai dengan pergeseran zaman, profesi itu menjadi tak terhormat.

 

Hal itu, menurut Rektor, terjadi akibat perubahan perilaku guru sendiri yang merasa terpinggirkan dengan menyandang profesi ini. Kecuali itu, lanjutnya, masyarakat seperti menempatkan guru sebagai profesi tak penting. Apapun bentuk penghargaan dari masyarakat, tambahnya, namun profesi ini harus terus dijaga dan dipertahankan.

 

Karena, kata Darni lagi, keberdaaan guru menyentuh langsung pada upaya pencerdasan bangsa dengan mendidik anak-anak dan generasi muda.

 

Sementara itu, Ketua panitia, Dr Murniati MPd mengatakan, peserta seminar itu mencapai 250 orang, yang terdiri dari dosen, guru dan mahasiswa. Sedangkan yang menjadi pemateri, tambahnya, selain Prof Nanang Fattah MPd juga Dr Djailani AR MPd dari Unsyiah dengan judul “Mutu dan Daya Saing SDM Aceh (Harapan dan Kenyataan)”. Seminar ini dilaksanakan Program Magister Manajemen Pendidikan Unsyiah.(dwi/jal)

Look at the food! SK Long Lellang during our assigment on Education Minister's PIPP.

 

SELEPAS hampir 50 tahun negara mencapai kemerdekaan, di sebalik kemajuan yang begitu banyak dicapai dan dinikmati selama ini, tersembunyi kisah sedih masyarakat kita yang ditinggalkan arus kemajuan negara.

 

Bukan sahaja taraf kehidupan penduduk di kawasan itu amat sederhana, malah kelengkapan dan kemudahan pendidikan yang ditawarkan juga jauh berbeza berbanding mutu pendidikan yang dinikmati oleh para pelajar sekolah di bandar.

 

Walaupun arus pembangunan kawasan-kawasan itu terhalang oleh bukit, gunung, sungai dan lembah, namun seruan kerajaan mengenai pentingnya ilmu pengetahuan tetap sampai ke telinga penduduk kawasan terpencil itu.

 

Terletak di timur laut Sarawak di tengah-tengah pulau Borneo, Long Lellang pada masa ini hanya boleh dihubungi melalui laluan balak. Perkhidmatan udara ke perkampungan itu pula hanya dikendalikan oleh Fly Asia Xpress (FAX).

 

Penerbangan dua kali seminggu setiap Rabu dan Ahad ke Long Lellang dari Miri mengambil masa lebih kurang 45 minit dengan tambang RM78.

 

Bagi mereka yang memilih untuk berjalan kaki, perjalanan dari Bario ke Long Lellang memakan masa kira-kira seminggu.

 

Penempatan yang dimulakan oleh masyarakat Kelabit itu kini didiami pelbagai suku lain termasuk Penan, Kayan, Murud dan Kenyah yang majoritinya merupakan keluarga petani.

 

Kehidupan penduduk Kampung Long Lellang A dan B yang dipisahkan Sungai Akah kini masih bergantung kepada bekalan elektrik daripada generator dan bekalan air dari bukit.

 

Pendidikan asas di situ hanya diberi oleh sebuah sekolah kecil, Sekolah Rendah Kebangsaan Long Lellang, yang hanya mempunyai 105 murid.

 

Sekolah yang terletak di seberang Sungai Akah itu dihubungkan dengan Kampung Long Lellang A menggunakan sebuah jambatan gantung sepanjang kira-kira 50 meter.

 

Projek Lonjakan Perdana bagi mempertingkatkan kualiti pendidikan kawasan luar bandar yang dilancarkan oleh kerajaan baru-baru ini bakal mengubah rupa sekolah ini.

 

WONOSOBO – Sedikitnya 492 tenaga pengajar mulai jenjang pendidikan TK, SD, SLB, SMP hingga SMA dan SMK, Selasa (11/3) resmi dinyatakan sebagai guru profesional atau mendapatkan sertifikasi pendidik. Dengan penerimaan ini, para guru diminta untuk meningkatkan kualitas diri dalam mendorong capaian pendidikan lebih maju.

 

Sebelum menerima sertifikat pendidik, para guru itu kemarin dikumpulkan di Gedung Sasana Adipura, mengikuti kuliah umum diselenggarakan oleh Bank Jateng Cabang Wonosobo bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Sebagai narasumber Bupati Wonosobo Kholiq Arif.

 

Dihadapan ratusan guru, Kholiq menyampaikan agar mereka tak sekedar memahami, bahwa diterimanya tanda lulus sertifikasi berkorelasi positif dengan tunjangan yang berhak diterima. Lebih dari itu, para guru juga harus sadar, bahwa sertifikat sebagai guru profesional memiliki konsekuensi logis.

“yaitu kewajiban meningkatkan kapasitas keilmuan mereka, demi tercapainya tujuan pendidikan nasional,”katanya.

 

Peningkatan kapasitas keilmuan tersebut, kata Kholiq, harus ditandai dengan terpenuhinya enam aspek penunjang profesionalisme. Keenam aspek yang harus dipenuhi guru, dikatakan Kholiq, meliputi aspek inovatif, imaginative, intuitif, initiative, integrative, dan inspiratif.

 

“Guru yang telah memiliki keenam aspek tersebut, saya yakin akan mampu mengimplementasikan peran dan fungsi sebagai seorang pendidik professional, dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,”katanya.

 

Selain harus meningkatkan kapasitas, lanjut Kholiq, guru penerima sertifikat juga meminta agar tunjangan sertifikasi yang kelak diterima dapat dialokasikan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

“ hal ini sangat penting, karena menurut data yang dimiliki Dinas Pendidikan, masih ada tenaga pendidik di SMK dan SMA yang hanya lulusan SLTA,”katanya.

 

Dengan semakin meningkatnya jumlah tenaga guru yang berpendidikan tinggi, Kholiq optimis, kualitas pendidikan di Kabupaten Wonosobo akan semakin meningkat dan menghasilkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan jaman.

“ jadi tidak hanya pendapatannya saja yang naik, namun komitmen mendidik dan kualitas diri sebagai pendidik harus terus ditingkatkan,”katanya.

 

Kepala Dikpora Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo menjelaskan, dengan diserahkannya sertifikat kepada 492 guru tersebut, berarti sudah 3.133 guru yang bersertifikasi. Sejak tahun 2010, jumlah guru penerima sertifikat di Kabupaten Wonosobo mengalami peningkatan secara signifikan.

 

“dengan mendapatkan sertifikasi, tiap guru harus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik,”katanya

 

Secara rinci, Andang juga menguraikan bahwa jumlah guru bersertifikat di tingkat SD masih yang terbanyak, yaitu 1900 guru. Sementara untuk jenjang SMP, 878 guru sudah bersertifikat. Di jenjang SMA dan SMK, jumlah guru yang telah memegang sertifikat professional berjumlah 230 dan 125.

 

“peningkatan pendapatan, harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan sebagai guru,”katanya. (ali)

 

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 07 tahun 2007. secara geografis LPMP Jawa Tengah berlokasi di Jalan Kyai Maja Srondol Kulon Semarang.

batik-kendal.com/

Pembangunan pendidikan nasional tidak dapat lepas dari perkembangan lingkungan strategis, baik nasional maupun global. Pendidikan harus dibangun dalam keterkaitannya secara fungsional dengan berbagai bidang kehidupan, yang masing-masing memiliki persoalan dan tantangan semakin kompleks.

 

Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau bagi semua penduduk, melalui pendidikan formal SMA atau bentuk pendidikan lain yang sederajad, program pendidikan menengah didorong untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak positif Wajar Dikdas 9 tahun.

Dilihat dari angka APK ( Angka Partisipasi Kasar ) dan APM ( Angka Partisipasi Murni ) yang ada di Kabupaten Wonosobo masih jauh di bawah target yang ada.

Perkembangan penduduk menurut tingkatan pendidikan di Kabupaten Wonosobo termasuk yang rendah. Sebagian besar masih tamat SD dan yang tidak/belum tamat SD serta masih banyaknya lulusan Sekolah Menengah yang menganggur, putus sekolah dan droup out.

Lulusan SLTP di beberapa Kecamatan sebagian ada yang melanjutkan ke SMA di wilayah lain, hal ini disebabkan karena penyebaran sekolah menengah atas belum merata. Sehingga mengakibatkan APM dan APK di Kabupaten rendah.

Melihat persoalan diatas, maka penting untuk dijadikan kajian kita bersama terkait pungutan yang dilakukan oleh sejumlah sekolah SD dan SMP Negeri berlebel RSBI yang berani memungut biaya tanpa jelas dasar hukumnya.

Sebab, kebijakan untuk siswa SDN dan SMPN itu gratis. Bagaimana aturan pelaksanaan pungutan di lapangan? kita belum punya dasar hukumnya dan untuk sekolah negeri harus jelas dasar hukumnya.

Untuk itu kami menghimbau agar pungutan itu ditinjau kembali dan pihak sekolah tidak memaksakan diri menarik sumbangan kepada calon siswa (terutama SD/SMP Negri) yang dikenakan biaya tanpa ada landasan hukum. Karena sepengetahuan masyarakat bahwa SDN/ SMPN seharusnya gratis dan jangan sampai menyalahi aturan kebijakan dalam mewujudkan pendidikan murah.

 

Saya memahami bahwa Undang-undang tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas) sudah mengisyaratkan pendidikan bertaraf internasional. Mendasarkan pada pasal 24 ayat 1 PP Niomor 17 tahun 2010 tentang Pengyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan, mengatur tentang kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Dalam aturan tersebut tertuang, Pemerintah menyelenggarakan, mengakui, memfasilitasi, membina, dan melindungi program dan atau satuan pendidikan bertaraf internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan.

Selanjutnya, ayat 2 tentang RSBI menjabarkan Pemerintahi menyelenggarakan, mengakui ,memfasilitasi, membina, dan melindungi program dan atau satuan pendidikan yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan untuk dirintis dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tapi, dalam pelaksanaannya di daerah harus ada payung hukum yang jelas. Perda tentang sistem pendidikan daerah (sis-dikda) pun nantinya harus mengatur RSBI, pendidikan bertaraf internasional dan pendidikan berbasis keunggulan daerah, baik melalui jalur pendidikan formal dan atau nonformal.Sedangkan pendidikan berbasis keunggulan daerah diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal dan atau informal.

Saya juga berharap Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada, dalam lima tahun ke depan harus ditingkatkan sehingga benar-benar menjadi SBI yang berkualitas dan kompetitif. Dan kepada Dikpora Kabupaten Wonosobo agar membuat kebijakan yang jelas soal waktu pendaftaran dalam PSB untuk mempermudah dalam pengawasannya. (Rase)

 

e-wonosobo - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo melakukan pembenahan data dasar kepegawaian yang menyatu dengan sistem informasi manajemen kepegawaian serta sistem pelayanan kepegawaian. Penataan ini dalam mendukung upaya reformasi birokrasi ditubuh pemerintah.

Menurut Kepala BKD Wonosobo M. Zuhri, bahwa, selama ini ada anggapan di tengah masyarakat, data kepegawaian yang ada selama ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Di sisi lain, ada kesulitan sebagian PNS untuk mengakses data personal pegawai dan profil masing-masing.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, guna peningkatan mutu pegawai, ke depan data kepegawaian perlu dikelola dengan tepat, berbasis teknologi informasi dan didukung dengan infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai”, ungkapnya.

Zuhri menambahkan, bahwa data yang akurat, lengkap, tepat waktu, disajikan secara cepat dan diperbaharui. Tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan proses administrasi kepegawaian saja, namun akan lebih berdaya guna dalam mendukung fungsi perencanaan, pengambilan keputusan kepegawaian yang muaranya kesejahteraan pegawai itu sendiri dan peningkatan kualitas birokrasi tentunya.

“Pengelolaan data kepegawaian berbasiskan teknologi informasi ini, bukan semata-mata mengolah dan memasukan data kepegawaian ke dalam komputer saja, namun pengelolaan data bermakna luas,”katanya.

Adapun upaya pembaharuan yang akan dilakukan oleh BKD, Zuhri menjelaskan antara lain akan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Dalam Sistem Manajemen Kepegawaian, ada dua klasifikasi data yang tercakup yakni Data Master dan Portal Informasi Kepegawaian.

“dua data ini penting kami sajikan,”katanya.

Dibeberkan dia, data Master merupakan data utama kepegawaian seperti identitas pegawai, pangkat, jabatan, catatan mengenai riwayat hidup pegawai seperti pendidikan umum, diklat, pangkat golongan, jabatan, dan sebagainya. Sedangkan Portal Informasi Kepegawaian lebih bersifat umum meliputi data profil PNS, profil pejabat dan jabatan, profil institusi, sampai dengan produk dan alur pelayanan kepegawaian yang bisa diakses oleh publik.

“Badan Kepegawaian Daerah saat ini tengah berbenah, guna mewujudkan peningkatan pelayanan kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo,”pungkasnya.(rase)

 

Salah satu anggota Komite bercengkrama dengan Kepala Sekolah dalam membangun mutu pendidikan peserta didik

  

Divisi edukasi

Perkembangan dunia pendidikan

Peningkatan mutu keilmuan

Penyelenggaraan pendidikan pada masyarakat

Penyuluhan dan dakwah ilmu-ilmu pengetahuan

 

Divisi riset dan magang

Riset untuk perkembangan dunia industri

Peningkatan perkembangan industri dan inovasi

Peran arsitektur dan dunia industri

 

Divisi kemitraan Dunia usaha

Pentingnya Peran kemitraan

Keilmuan dan Dunia usaha

Jaring kemitraan sebagai wadah peningkatan, penyebaran, ruang tukar informasi

 

Divisi pusat komunitas

Pusat komunitas arsitektur

Peningkatan sumberdaya manusia

Persiapan dan pembekalan generasi yang lebih baik.

 

e-wonosobo – Kementrian Agama RI diharapkan untuk membuat program pelatihan kilat (Diklat) bagi para calon Kepala Madrasah dari tingkat RA (raudhlatul Athfal) hingga Madrasah Aliyah (MA). Harapannya, setelah duduk sebagai Kepala Madrasah bisa melakukan tugas manajerial dan kepemimpinan dalam meningkatkan kemajuan madrasahnya.

“ Kalau program saat ini mungkin baru kepala Madrasah. Ke depan kami kira justru para calon kepala madrasah yang penting diberikan pelatihan sebelum duduk sebagai kepala sekolah,” ujar KH Khabibullah Idris Kepala Yayasan Ilmu-Ilmu Al quran (YPIIQ) dalam pembukaan Pelatihan Kilat (Diklat) Bagi Kepala Madrasah Jawa Tengah di Unsiq Wonosobo. Kemarin (8/12).

Khabibullah yang juga Pengurus MUI Jateng menegaskan, Pembekalan keterampilan manajemen, leadersip hingga peningkatan mutu pendidikan bagi calon kepala sekolah ini penting diberikan. Agar, prinsip pengembangan pendidikan yang sudah diberikan kepada kepala madrasah saat ini, bisa diteruskan oleh kepala sekolah baru.

“ Kepala madrasah kan bukan jabatan seumur hidup, akan ada regenerasi. Makanya perlu dipersiapkan calon kepala madrasah jauh-jauh hari sebelum dia menjabat,”katanya dalam Diklat Kepala Madrasah kerjasama Kemenag RI dan Unsiq itu.

Dengan pola ini, kata dia, maka Kepala Madrasah meskipun baru diangkat dengan mudah akan mampu menjalan tugasnya dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di tiap madrasah.

“ Kalau ini diterapkan, mata tidak tiap tahun ganti kepala ganti misi kebijakannya. Usul saya kepada kementrian agama mulai melakukan pola ini kalau madrasah ingin berkembang,”katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Diklat Kepala Madrasah Abdul Majid mengatakan bahwa dalam diklat kepada madrasah ini diikuti oleh 200 Kepala Madrasah terdiri dari Kepala MI 40 orang, Kepala MTs 40 orang, Kepala MA 40 orang serta 80 Kepala RA. Peserta pelatihan berasal dari Madrasah di Eks Karisidenan Kedu, Banyumas dan Pekalongan dan dipusatkan di Universitas Sains Alquran berlangsung hingga 14 Desember mendatang.

“ Pelatihan ini sudah tahapan keempat dengan peserta berbeda. Dalam diklat kali ini juga ada penambahan materi,”katanya.

Dalam diklat peningkatan kompetensi para kepala madrasah ini, Majid mengatakan materi mengenai kewajibannya diantaranya pemahaman penjaminan mutu dan akreditasi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan, strategi evaluasi pembelajaran, teknik supervisi akademik dan penilain kinerja hingga penentuan pendidikan tematik. Harapannya dengan materi ini para kepala sekolah MI benar-benar menguasai medan kerjanya dan terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Materi yang diberikan dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi sistem pendidikan diberikan selama pelatihan,”katanya.

Sebagai narasumber pelatihan, kata dia, dihadirkan para praktisi pendidikan berasal dari Unsiq, serta sejumlah perguruan tinggi lain di Jawa Tengah yang telah mengantongi gelar strata dua (S2) pada kompetensi pendidikan. Penambahan materi diklat kali ini dibanding sebelumnya para kepala Madrasah akan mendapatkan materi TotalQuality Managemen (TQM) serta manajemen berbasis sekolah (MBS).

“Dua materi penambahan ini menyatu. Tidak bisa dipisah MBS harus mengerti substansi TQM,”pungaksnya. (rase)

 

Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Tujuan pembangunan konservasi sumberdaya alam yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati

serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan

masyarakat dan mutu kehidupan manusia.

Taman Nasional Baluran memiliki potensi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi baik flora,

fauna maupun ekosistemnya, termasuk keindahan panorama alamnya. Ditinjau dari status kawasan,

Taman Nasional Baluran memiliki 3 fungsi utama yaitu (1) fungsi Perlindungan sistem penyangga

kehidupan, (2) Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan (3) Pemanfaatan secara

lestari Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) beserta ekosistemnya, yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan

penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, rekreasi dan pariwisata. Maka

dari itu tujuan pengelolaan kawasan Taman Nasional Baluran adalah melestarikan SDAH dan

ekosistemnya agar dapat memenuhi fungsinya (3P) secara optimal. Sasaran utama pengelolaan Taman

Nasional Baluran adalah SDAH, ekosistem dan kawasannya. Tingginya potensi keanekaragaman hayati

dan indahnya panorama alam Baluran, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik wisatawan

mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk mengunjungi dan menikmatinya.

Taman Nasional Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki

berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat bersifat tangible

(dalam pemanfaatan skala terbatas) maupun manfaat yang bersifat intangible, berupa produk jasa

lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu

ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur

pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap

memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

Taman Nasional Baluran memiliki beberapa obyek dan daya tarik wisata alam yang cukup

beragam, terdiri dari kombinasi berbagai bentang alam mulai dari ekosistem laut hingga pegunungan,

savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan. Beberapa daerah di Taman Nasional Baluran

yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang

dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua,

Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat,

Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Adapun wisatawan yang

berkunjung ke Taman Nasional Baluran meliputi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Dari

berbagai obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran sebagian telah dikembangkan menjadi

produk wisata, antara lain Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang,

Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.

1 3 4 5 6 7 ••• 12 13