Warkah Terakhir Untuk Kekasih
(Selamat Tinggal Rusia)
Kekasihku,
Lewat berlabuh tirai senja,
merah menutup jendela Moskva,
pada musim panas remaja,
cinta yang berbunga,
daisi mewangi,
kuning dandelion,
selepas mekar tulip
dan harum lilac.
Cinta kita adalah transit,
pengembaraan ke negeri abadi,
yang mengajar erti manusiawi,
pencarian cinta hakiki,
di terminal dunia,
sebuah kehidupan.
Gugur daun ke genggaman,
menanti tibanya musim sejuk,
selalu kau disampingku,
hangat dipelukmu erat,
menenangkan gigil hati sepi,
deras angin tanah nurani.
Dan musim berganti,
kecilku meniti usia dewasa,
kau masih anak gadis rupawan,
ingin dihiasi perhiasan kemodenan
sedang aku setia pada keaslian,
kubah St Basil pelbagai warna,
menghiasi dadamu, Dataran Merah
di Kremlin bersejarah.
Kekasihku,
tiba sudah masa,
untukku meneruskan kembara,
akan kurindu detik waktu itu,
terakhir bercumbu pada malam putih,
keakraban yang memaut kasih,
bersaksi Hermitage dan Peterhof,
di St Petersburg.
KHAIRIL IDHAM ISMAIL
Julai 20, 2008
SHREMETYEVO 2 AIRPORT
- published in Berita Harian